2 Penyebab Oli Mesin Cepat Habis

2 Penyebab Oli Mesin Cepat Habis  Oli mesin merupakan zat atau komponen yang sangat penting bagi sebuah kendaraan, khususnya mesin. Pasalnya, selain berfungsi menjaga suhu mesin agar tetap stabil seiring dengan proses gesekan antarkomponen di mesin, oli juga berfungsi melumasi berbagai komponen mesin.

“Jadi, jangankan habis, jumlahnya berkurang saja bisa mengakibatkan mesin rusak fatal. Bila itu terjadi, biaya perbaikan sangat mahal,” ujar Alimandi Ferdinan, Service Advisor Leo Motor, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu, 27 Juli 2011.

Padahal, banyak mobil yang mengalami masalah oli berkurang dengan cepat atau lebih cepat dari tenggat yang semestinya. Celakanya, tidak banyak pemilik yang menyadari kondisi seperti itu.

Karena itu, memeriksa kondisi oli mesin merupakan hal yang wajib dilakukan. Caranya dengan melihat stik indikator (pelat ukuran) di mesin saban pagi sebelum mobil dipanaskan.

Kedua, mengamati bagian kolong mobil untuk memastikan apakah ada rembesan oli di sekitar bagian sambungan-sambungan mesin atau di lantai garasi. Lantas, apa saja yang menyebabkan oli mesin cepat habis atau berkurang dari tenggat yang semestinya?

Berikut penjelasan Ferdinan.

1. Kebocoran akibat seal rusak.

Kasus yang kerap terjadi selama ini adalah seal packing di sela sambungan antarbagian mesin yang telah mengeras seiring dengan masa umur atau masa pakai, sehingga rawan robek. Biasanya, hal ini jarang disadari pemilik mobil.

Memang, bila kebocorannya kecil, tidak akan serta-merta menyebabkan oli langsung habis. Namun, lama-kelamaan oli akan berkurang, terlebih bila mobil kerap dicuci dengan steam.

2. Ruang bakar mesin bocor.

Kondisi itu bisa disebabkan oleh seal kruk as atau camshaft yang bocor. Akibatnya, oli merembes ke ruang bakar mesin. Rembesan tersebut semakin cepat atau semakin banyak kala mobil melaju kencang.

Bila itu terjadi, oli mesin akan cepat habis. Akibatnya bisa fatal. Selain komponen mesin rusak parah, mobil juga berpotensi berhenti mendadak.

Karena itu, mendeteksi kondisi ruang bakar mesin dan tingkat kompresi mesin mobil secara rutin wajib dilakukan. Untuk mengecek tingkat kompresi atau kondisi ruang bakar itu, Anda bisa membawa kendaraan ke bengkel yang memiliki alat pendeteksi canggih.

Namun, bila Anda tak ingin mengeluarkan biaya besar untuk melakukan hal itu, cara sederhana ini bisa Anda lakukan. Caranya, amati mulut knalpot mobil saat mesin kendaraan itu dinyalakan.

“Jika asap putih pekat banyak keluar dari knalpot, berarti ruang pembakaran mesin dan kompresi bermasalah. Orang bengkel menyebutnya ngobos,” ucap Ferdinan.

Mesin yang ngobos lantaran banyak oli mesin yang masuk ke ruang bakar. Oli tersebut ikut terbakar saat proses pembakaran bahan bakar dan udara terjadi.

ARIF ARIANTO
TEMPO Interaktif,

0 comments:

Post a Comment